Camat Puger Sampaikan Pesan Gus Fawait di Hari Santri Nasional 2026: Santri Harus Hadir Menjawab Tantangan Zaman

waktu baca 3 menit
Kamis, 22 Okt 2026 09:36 205 salman

Nusabarong.com, JEMBER – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Alun-Alun Puger, Kabupaten Jember, Kamis (22/10/2026), menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus meneguhkan peran santri dalam menghadapi tantangan zaman modern.

Dalam kegiatan tersebut, Camat Puger, Asrah Joyo Widono, S.Kep., S.H., M.Si., menyampaikan pidato sekaligus pesan Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait. Ia mengajak para santri untuk meneruskan semangat perjuangan ulama serta mengambil peran nyata dalam berbagai bidang kehidupan.

Asrah menegaskan bahwa Hari Santri Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum bersejarah untuk mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan para ulama sebagai salah satu tonggak penting perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda, terutama di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks dan penuh tantangan.

“Santri harus terus hadir dan mengambil peran di era modern. Bukan hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam pendidikan, sosial, ekonomi, serta pembangunan bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam pidato tersebut.

Dihadiri Muspika, Organisasi Keagamaan, dan Tokoh Lintas Agama

Peringatan Hari Santri Nasional di Alun-Alun Puger berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, organisasi keagamaan, serta tokoh masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Puger Asrah Joyo Widono, Kapolsek Puger Iptu Edy Purwanto, S.H., perwakilan Polairud Aiptu Agus Riyanto, Satgasmar Lettu Marinir Krisis Budianto, serta Danposal Letda Laut Eko Prio Pambudi ketua Laskar sholawat Nasional (LSN) Eko Yudianto.

Kegiatan ini juga dihadiri para kepala desa se-Kecamatan Puger, perwakilan instansi dan lembaga pemerintahan, serta jajaran organisasi keagamaan, di antaranya Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Puger, Muslimat NU, Fatayat NU, LSN, dan Srikandi.

Kehadiran tokoh lintas agama, termasuk pendeta dari gereja di wilayah Kasiyan Timur, turut memberikan warna tersendiri dalam peringatan HSN tahun ini. Hal tersebut mencerminkan pentingnya kebersamaan dan toleransi antarumat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua MWC NU Puger Ajak Maju dan Sukses Bersama

Ketua MWC NU Kecamatan Puger, Bahrul Ulum, berharap momentum Hari Santri Nasional dapat menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kontribusi seluruh elemen masyarakat.

Ia mengajak semua pihak untuk terus berjalan bersama demi mewujudkan kemajuan dan kesuksesan bersama, dengan tetap menjaga nilai-nilai keagamaan, persatuan, serta semangat kebangsaan.papar Bahrul Ulum

Sementara itu, Anang Andreas, pendeta dari Gereja Kasiyan Timur, mengaku bangga dan bersyukur mendapat undangan untuk menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Kehadirannya menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan dan toleransi dapat tumbuh melalui ruang-ruang perjumpaan antarkelompok masyarakat, tanpa memandang perbedaan agama maupun latar belakang.

Santri sebagai Penjaga Persatuan dan Masa Depan Bangsa

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Puger diharapkan mampu memperkuat sinergi antara ulama, santri, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga persatuan, memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, serta mewujudkan kehidupan yang harmonis dan penuh toleransi.

Jika dahulu para santri bersama ulama berjuang mempertahankan kemerdekaan, maka di era modern perjuangan tersebut dapat diteruskan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, pembentukan akhlak, penguatan persatuan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa dan negara.

Semangat Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam menjawab tantangan zaman dan membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA