Di Jember 16 Siswa Keracunan MBG Gratis

waktu baca 2 menit
Minggu, 28 Sep 2025 15:44 148 salman

16 Siswa di Jember Keracunan MBG Gratis

Jember, nusabarong.com – Setelah ramai pemberitaan MBG diduga basi di wilayah Kecamatan Patrang Jember pada Jumat (26/9/2025), secara bersamaan juga terjadi peristiwa siswa keracunan di wilayah Kecamatan Semboro Jember.

Informasi yang diterima media ini, jumlah siswa yang mengalami keracunan saat menyantap MBG tersebut, mencapai 16 siswa di salah satu SDN di Desa Sidomekar Kecamatan Semboro.

Menurut sejumlah wali murid, siswa yang keracunan usai menyantap MBG, mengalami mual dan muntah, sehingga beberapa siswa langsung dilarikan ke Puskesmas setempat.

“Tidak semuanya yang memakan MBG mengalami mual, hanya 16 siswa yang mual dan muntah, mereka dibawa ke Puskesmas, untuk mendapat penanganan medis,” ujar salah satu wali murid yang enggan diberitakan.

Kondisi 16 siswa yang dilarikan ke Puskesmas dan mendapat penanganan medis, tidak sampai parah, sebab setelah dilakukan penanganan, seluruh siswa yang dirawat diperbolehkan pulang pada sore harinya. “Semua sudah dibawa pulang usai mendapat perawatan,” tambahnya.

Untuk menu MBG yang dibagikan kepada murid di wilayah kecamatan Semboro pada Jumat 26 September 2025, berupa Roti tawar, Perkedel tempe, Selada dan mentimun, Keju, saos tomat dan Susu UHT.

Kapolsek Sembork Iptu. Andreas, saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini, masih belum memberikan keterangan, namun Danposramil Semboro, Peltu. Suryo Hadi, saat dikonfirmasi wartawan membenarkan peristiwa keracunan di salah satu sekolah di Desa Sidomekar.

Pihaknya juga menyebutkan, jika saat ini menu mbg yang menyebabkan 16 siswa keracunan, sudah diambil sambelnya, untuk dilakukan uji laboratorium.

“Tadi sampel makanan sudah dibawa oleh petugas dari Dinas Kesehatan, untuk dilakukan uji lab,” ujar Suryo singkat.

Sementara Pengawas SD Kecamatan Semboro Heni Trirahmawati, saat dikonfirmasi media ini membantah, jika yang dialami 16 siswa di salah satu SD di Desa Sidomekar, adalah keracunan.

“Itu saya kira bukan keracunan mas, soalnya tidak semua siswa mual, hanya di satu sekolah saja, padahal dari 22 lembaga yang ada di sini (Semboro), ada 18 lembaga yang sudah menerima MBG, dan tidak ada masalah,” ujar Heni.

Namun meski demikian, agar peristiwa serupa tidak terulang lagi, kedepan pihaknya akan memperketat pengawasan, dengan melibatkan guru.

“Kedepan, agar hal serupa tidak terulang, kami akan melakukan pengawasan lebih ketat lagi, dan melibatkan guru-guru, bila perlu sebelum makanan diberikan kepada siswa, terlebih dahulu di cicipi guru,” pungkasnya. (Ma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA