5 hari  lalu
5 hari  lalu

Kolaborasi Pemkab Jember Dengan UKRI Menanam Jagung Sebagai Kekuatan Pangan Nasional

waktu baca 3 menit
Selasa, 21 Jul 2026 17:35 47 salman

Jember, Nusabarong.comโ€“ Pemerintah Kabupaten Jember bersama Fakultas Pertanian Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) mengatasi Pangan nasional sesuai dengan nawacita Presiden Prabowo Subianto melalui penanaman Jagung di Kecamatan Jenggawah.

Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pangan secara nasional dan hilirisasi komoditas pertanian, khususnya jagung, melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, kementerian, dunia usaha, lembaga perbankkan, serta petani dan kelompok tani.

Peluncuran Inkubator Agribisnis UKRI menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem agribisnis yang tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong lahirnya UMKM berbasis hasil pertanian, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Jember yang akrab dipanggil Gus Fawait, menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus dilakukan melalui kolaborasi yang sinergitas kuat antara pemerintah dengan para pihak diantaranya dengan perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat.ujar Gus Fawait

Lebih lanjut Lagi menurut hari ini bukan hanya meningkatkan hasil produksi saja namun bagaimana hasil pertanian tersebut mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat dan pelaku UMKM dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Kami percaya perguruan tinggi memiliki peran penting dalam melahirkan inovasi dan solusi bagi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Jember membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar hasil riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat dapat memberikan manfaat nyata bagi petani, kelompok tani, UMKM. Pungkas Gus’e

 

UKRI Hadir Membangun Ekosistem Agribisnis TerpaduDekan Fakultas Pertanian UKRI, M. Arief A. Bisma, menjelaskan bahwa Inkubator Agribisnis UKRI dirancang sebagai pusat inovasi dan pendampingan yang menghubungkan seluruh rantai nilai agribisnis, mulai dari budidaya, hilirisasi, pembiayaan, hingga pemasaran.โ€œInkubator Agribisnis UKRI bukan sekadar program pendampingan pertanian, tetapi sebuah ekosistem kolaborasi.

Kami ingin menghadirkan model yang menghubungkan petani, kelompok tani, UMKM, pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi sehingga hasil pertanian memiliki nilai tambah yang lebih besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,โ€ ujar M. Arief A. Bisma.

Ia menambahkan bahwa salah satu fokus awal inkubator adalah hilirisasi komoditas jagung, yang diharapkan mampu mendorong tumbuhnya berbagai usaha mikro dan kecil berbasis pangan, sekaligus menciptakan agropreneur baru di Kabupaten Jember.

Kolaborasi Lintas SektorInkubator Agribisnis UKRI dikembangkan melalui kolaborasi antara Fakultas Pertanian UKRI, Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian UMKM, PT Syngenta, PT YKB Merah Putih, lembaga perbankan, serta petani dan kelompok tani.Kolaborasi ini diarahkan untuk memperkuat:* pendampingan budidaya jagung dan komoditas unggulan;* hilirisasi hasil pertanian;* pengembangan UMKM berbasis pertanian;* peningkatan kapasitas petani dan kelompok tani;* penguatan akses pembiayaan;* pengembangan kemitraan usaha; dan* perluasan akses pasar.

Melalui program ini, Kabupaten Jember diharapkan dapat berkembang sebagai salah satu model pengembangan agribisnis berbasis kolaborasi yang mampu mengintegrasikan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata masyarakat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA